When blogging poisoned my brain

When blogging poisoned

I recently wrote, exactly trying to write. The existence of such writing, just writing that string of words from my brain and my heart tried scratched in a sheet in a blog post. Together 9 friends in the virtual world either, which only met in cyberspace and occasionally met with immediate, making passionate writing more upset .. And no less important is the prod of a beautiful teacher who tried to accommodate ten of us, makes us keep on writing, no matter the conditions we are currently busy, or other conditions ..

Mira Sahid.. anxiety and super cool .. into an impromptu teacher, she started to poison my brain with everything about writing, even if only implied, however, were able to make it explicit that the synchronous move my fingers, dancing, making it word by word .. sometimes, I will not realize how many words are created. Thank you soooo much, Mira Sahid ..

This positive poison help decipher all sorts of feelings there, who had only just buried. Never think to be great, there is only how to let useful for society. Finally, motivation is what ultimately born why should writing.

And, it turns out I’m starting to love this activity and hope I can still write. Whenever and wherever. I also want to join and participate to spread the benefits of grace. May Allah give blessings in my new activity, so, what is my wish come true. Aamiin..

#LoveBlogging

Advertisements

Ketika blogging meracuni otakku

Baru-baru ini aku menulis, persisnya mencoba menulis. Tulisanku yang sedemikian adanya, tulisan yang hanya sekedar untaian kata dari otakku dan hatiku kucoba goreskan dalam lembar postingan di blog. Bersama 9 orang teman dalam dunia maya yang baik, yang hanya bertemu di dunia maya dan sesekali bertemu dengan langsung, membuat gairah menulis semakin membuncah.. Dan juga tidak kalah penting yaitu pecutan seorang guru cantik yang mencoba mengakomodasi kami bersepuluh, menjadikan kami tetap menulis, tak peduli kondisi kami yang sedang sibuk, ataupun kondisi lainnya..

Mira Sahid, yang super kece dan keren.. menjadi guruku dadakan, dia mulai meracuni otakku dengan segala sesuatu tentang tulisan, walaupun hanya tersirat, namun, mampu menjadikannya tersurat sehingga jariku ini sinkron bergerak, menari diatas keyboard, dan menjadikannya kata demi kata.. yang kadang, akupun tak menyadari sampai berapa kalimat tercipta. Terimakasih, Mba Mira..

Racun positif ini sangat membantu menguraikan segala macam perasaan yang ada, yang selama ini hanya dipendam saja. Tak pernah berfikir untuk menjadi hebat, yang ada hanyalah bagaimana caranya biar berguna bagi masyarakat. Akhirnya, motivasi inilah yang akhirnya terlahir kenapa harus menulis.

Dan, ternyata aku mulai mencintai kegiatan ini dan berharap aku tetap bisa menulis. Kapanpun dan dimanapun. Aku juga ingin ikut menebar rahmat dan ikut memberi manfaat. Semoga Allah berikan keberkahan dalam kegiatan baruku ini, sehingga, apa yang menjadi harapanku menjadi kenyataan. Aamiin..

Happy 5th Birthday, My TDA Bekasi

Happy 5th Birthday
Semangat Pageeeeee!!! Apa kabaaaarrrr????

Begitulah, sapaan MC setiap kali ada pertemuan di TDA Bekasi. Semangat yang selalu seperti pagi, selalu enerjik untuk melakukan sesuatu, segar dan bernyawa 🙂

Inilah komunitas TDA, komunitas yang penuh dengan kebaikan untuk menebar rahmat di dunia ini yang memposisikan diri untuk mencoba selalu menjadi TANGAN DI ATAS. Karena, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah (sesuai lirik lagu Mars TDA, hehehe). Apa maksudnya ya? Bagi yang sudah lama bergabung di komunitas ini, insya Allah sudah paham dengan maksudnya yaa.. Namun yang belum, semoga semangat dari tangan di atas bisa menjadi amunisi inspirasi dan gairah untuk berwirausaha, menjadi manusia mandiri, untuk bisa sukses di dunia dan akhirat, aamiin..

Kehangatan dari komunitas ini sudah saya rasakan ketika saya ini hanya menjadi follower suami saya ketika suami menghadiri acara TDA Bekasi. Segudang kegiatan bermanfaat, sungguh sangat menginspirasi keluarga kami, untuk bagaimana menjadi pengusaha. Kami yang dulu, tidak pernah berfikir untuk membuka usaha, akhirnya, mempunyai sedikit nyali untuk mencoba merintis usaha.  Walaupun usaha kami belum ada yang sukses seperti Pak Barra, Pak Rawi, Pak Ato, Bu Afia, dan anggota TDA yang lainnya, namun kami masih bersemangat kembali untuk bangkit, bangkit, dan bangkit lagi.

Puluhan juta rupiah sudah kami keluarkan untuk mencoba berbisnis, dan sudah 4 tahun ini perjalanan bisnis kami yang masih belum menemukan keberhasilan. Dari Warnet Gank Net (bertahan 2 tahun karena kemalingan dan karyawan yg tidak amanah), kemudian Sop Buah (bertahan hanya 1 bulan – karyawan tidak amanah), kemudian mencoba lagi Rumah Sehat Keluarga (hanya 3 bulan – dikhianati partner), mencoba bangkit lagi membuat Kios Bakso Gembira (bertahan 9 bulan – faktor  tempat yang sepi), kemudian pindah lagi menjadi warung bakso pinggir jalan dengan nama Bakso Berkah (9 bulan tutup karena tidak ada yang mengelola) dan sekarang mencoba bangkit kembali dengan beternak kambing dan membuka Aghnacatering.com. Semoga kali ini menemukan jalan terbaik.. aamiin..

Jatuh bangun dan bangkit kembali menjadi hal yang biasa dan akhirnya menjadi terbiasa, karena kami merasa setiap kami ketemu dengan teman – teman di TDA menjadi amunisi buat kami untuk bangkit. kami dapatkan semangat juang dari mentor – mentor TDA yang luar biasa. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, bahwa kami dipertemukan dengan orang – orang yang baik dan tepat. Karena arahan yang luar biasa, racun semangat, kompor meleduk yang dahsyat untuk mengobarkan kembali bara yang akan jadi arang ke-frustasi-an yang kapan saja bisa kami temui.

Tidak terasa, waktu bergulir dengan cepat, perkenalan kami dengan TDA Depok, kemudian pindah ke TDA Bekasi pindah rumah di Cikarang, membawa kami untuk selalu bersemangat berusaha, dimanapun kami berada. Pastinya, tidak ada yang percuma. Dan kemarin, TDA Bekasi genap berusia 5 tahun. Gelaran acara Milad TDA Bekasi yang kelima ini cukup menginspirasi saya, dan saya ikut merasakan kebersamaan didalamnya. Apalagi ada Bang Jay “Teroris” yang menggelora ketika menyampaikan materi kepada monyet – monyetnya,, #eh… peserta yang hadir maksudnya hehehe.. maklum dia ini Head Master of Sekolah Monyet, selain itu dia juga sebagai Dirwastuh TDA, Director Social Enterpreneur Academy. Kemudian, mentor kedua tak kalah dahsyatnya, yaitu Laksita Utama Suhud, beliau ini CEO Balai Kartini dan Business Strategic & Stealth Marketing Expert. Kalau kata Pak Mario Teguh “Supeeeerrrr” kan inspiratornya, hehehe..

Akhirnya,

Selamat Ulang Tahun yang Kelima, TDA Bekasi..
Semoga semakin sukses, komunitasku..
Tetap Menebar Rahmat dimanapun berada..
Semoga Allah, selalu bersama Tangan Di Atas..
Aaamiiiin…

Salam Gembira,
Ina Listyani

Happy Blogging
#10HariNgeblog

Een Ratnaningsih : Perjuangan berat itu “melawan diri sendiri”

Kali ini, tugas dari Mba Mira Sahid yang ke sembilan, seru.. hihihi.. Jadi, murid – murid #LetsBlogging harus mereview teman/pasangan yang sudah ditentukan.  Kebetulan, saya dipasangkan dengan Mba Een Ratnaningsih. Rasanya seperti jadi reporter, tapi via whatsapp.. liputan yang hanya beberapa menit saja dikarenakan Ibu yang satu ini sangat sibuk, tapi alhamdulillah akhirnya, bisa pendekatan dengan sosok penuh semangat, penuh makna kehidupan, yaitu Mba Een Ratnaningsih yang bulan Mei ini berulang tahun yang ke 45. Masih muda ya 🙂

Kiprahnya di dunia otomotif selama 22 tahun akhirnya diputuskan untuk berhenti, karena misi masa depannya yang ingin membangun usaha sendiri dan juga menyalurkan hobinya membuat souvenir.  Mulanya, hanya sekedar iseng – iseng membuat souvenir untuk dipakai sendiri, eh, lama – lama keterusan dan teman-teman kantornya mulai memesan hasil karyanya untuk souvenir pernikahan. Promosi dari mulut ke mulut dari teman-temanya, akhirnya membawa berkah hingga permintaan souvenir buatannya semakin banyak dan tidak bisa kepegang tangannya sendiri 🙂 sehingga dia memutuskan untuk resign untuk serius berbisnis.

Memang tidak mudah membangun bisnis, usaha souvenir ini juga ternyata sifatnya juga musiman dan tidak selamanya berjalan mulus sesuai harapan.  Dengan semangat berbisnis, Pemilik Usaha Akrilik Arfat ini mengembangkan usahanya ke online shop. Menyadari bahwa masih pemula dalam berbisnis, akhirnya dia bergabung dengan berbagai komunitas. Dari komunitas tersebut, mulailah dikenal banyak orang. Banyak panggilan mengajar craft atau kerajinan. Pengalaman pertamanya mengajar craft atau kerajinan tangan dan memotivasi para pelajar SMK yang diwadahi oleh Womanpreneur Academy di Jakarta. Kemudian, mengajar kembali di PT. Mushashi untuk memotivasi buruh yang akan pensiun agar mau berusaha dan tidak putus asa saat pensiun. (kereeen ya 🙂 )

Perjuangannya untuk membangun bisnis  membuat nama usahanya berubah sampai 4x. Dari nama Broskinri alias Bros Bikin Sendiri, dan nama ini ternyata tidak menjual, sehingga diubah menjadi Bros Akrilik. Namun, dalam perjalanannya, web Bros Akrilik di hack orang sehingga harus ganti lagi namanya menjadi Bros Cantik. Tapi, karena nama terakhir tidak sesuai dengan hatinya alias tidak “sreg”, akhirnya nama terahir usahanya menjadi “Akrilik Arfat”. Dan usahanya ini dibangun dengan serius pada tanggal 1 September 2012 dan bertahan hingga sekarang.

Meskipun usia sudah kepala empat, tapi semangat ingin belajar dan sukses buat dirinya, keluarga dan lingkungan sekitar sungguh luar biasa. Dia ingin berguna bagi orang banyak, dan ingin mewujudkan kepada semua wanita, bahwa, wanita itu tidak boleh hanya diam saja,  tetapi, jadilah wanita yang kreatif dan berinovasi, karena wanita itu tangguh dengan segudang ilmu yang dianugrahkan oleh Tuhan, sehingga tinggal diasah saja, untuk menjadi sesuatu.

Perjuangan untuk mewujudkan mimpinya dan passionnya ternyata bukan perjuangan terberat. Baginya, perjuangan terberat adalah “perjuangan melawan diri sendiri”. Bagaimana dia melawan rasa takut, dan rasa malu yang ada ketika harus berbicara di depan umum.  Diakuinya bahwa, penakut dan pemalu adalah karakternya. Namun, perjuangan terberat itu akhirnya berhasil, sehingga sekarang ini kalau sudah kenal sosok yang satu ini, bisa dibilang “malu-maluin” hehehe…

fight

Sumber : http://kata2hikmah0fa.wordpress.com

Akhirnya, bisa disimpulkan bahwa, belajar itu tidak mengenal usia, belajar untuk bisa menaklukkan diri sendiri adalah perjuangan terberat. Bagaimana melawan rasa yang ada, untuk diwujudkan dalam bentuk-bentuk kebaikan, sehingga bisa menciptakan manfaat di masyarakat.  Tetap berjuang, Mba Een.. Tetap semangat.. Terimakasih atas ilmu yang sudah dibagikan.. Semoga, Mba Een bisa tuangkan kisah-kisah perjuangan suksesnya ke dalam tulisan, terutama di blog.. sehingga, bisa dibaca semua orang 🙂 dan menginspirasi banyak orang untuk tetap berkreasi dan berinovasi terutama untuk wanita Indonesia.

Keep Writing 🙂

Happy Blogging

#10HariNgeblog

 

Pentingnya Kepemimpinan Dalam Bisnis

Kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dalam kegiatan berbisnis. Pelaku bisnis akan sangat memerlukan kepemimpinan ini sebagai ukuran keberhasilan usahanya. Seperti yang disampaikan oleh Arsy Alfarisi Fadjari dalam kegiatan Sharing KMB TDA Srikandi di BJ Kalimalang, pada hari Kamis, 25 Apr 2014 kemarin dalam materi “Kepemimpinan Dalam Bisnis”. Sikap ini akan sangat berdampak dalam mencapai usaha bisnisnya lebih daripada yang diperkirakan mampu dicapai oleh ilmu management ~ Collin Powel. Seorang pemimpin harus mampu melihat, membaca dan merealisasikan apa yang tidak bisa dicapai oleh ilmu management. Sebagai contoh adalah Seorang Collin Powel dalam perang Teluk di Irak yang memenangkan peperangan dalam waktu 1 bulan, hal ini lebih cepat dari yang di awal perkiraan yaitu dalam waktu 3 bulan dibawah komandonya.

Dalam materi yang disampaikan, ada beberapa hal yang harus dibangun dalam kepemimpinan;

1. Terbuka dan terus belajar
Seorang pemimpin harus berpikiran terbuka dan mau mendengarkan siapa saja. Mereka juga harus mau terus belajar untuk memperluas cakrawalanya. Ini ibarat di TDA, ketika kita ingin mempelajari sesuatu, kita harus menjadi gelas kosong, agar bisa diisi. Seperti yang pernah dikatakan oleh Ali bin Abu Thalib “Dengarkan kata – katanya, jangan lihat siapa orang yang mengatakannya”.

2. Berorientasi pada pelayanan
Seorang pemimpin melihat hidupnya sebagai sebuah misi, bukan jenjang karir. Untuk itu, penting bagi kita untuk mempunyai sebuah misi dalam usaha kita. Makanya, kita sering diajarkan apa misi / goal anda dalam usaha yang anda jalankan.  Melayani dengan baik kepada semua orang, baik dengan partner, customer ataupun anak buah sekalipun, akan memberikan dampak yang baik dalam keberlangsungan usaha yang dijalankan.

3. Memancarkan Energi Positif
Pemimpin harus mempunyai sikap yang positif, riang dan bergairah. Pemimpin tidak boleh mengeluh kepada atau di depan anak buahnya. Ketika memang harus mengeluh, mengeluhlah kepada yang sederajat, atau dalam komunitas sesama TDA, pastinya ini akan anda dapatkan solusinya. Contohnya ketika usaha terbelit masalah keuangan, maka, jika kita mengeluh pada karyawan, yang ada, karyawannya ikut pusing, dan malah mencoba mencari lowongan kerja di tempat lain.

4. Memercayai orang lain.
Pemimpin harus percaya bahwa setiap orang punya potensi terpendam. Jadi lebih baik menggali potensi daripada kelemahan orang lain. Ini pastinya tidak serta merta percaya penuh kepada mereka. Harus jelas juga hak dan kewajibannya, atau juga ketika dengan partner, harus dilihat detil apakah bisa dipercaya atau tidak, ini juga perlu adanya hitam diatas putih atau perjanjian.

5. Hidup harus seimbang
selalu melihat sesuatu dari arah yang berbeda. Tidak fanatik terhadap sesuatu, dan selalu terukur dalam menilai sesuatu. Ini akan membantu dalam menentukan keputusan. Contohnya ketika bertemu masalah dengan agen yang belum membayar utang, kita tidak boleh langsung fanatik bahwa agen kita ini nakal dan memutus hubungan kerja, tapi dilihat dulu, apa penyebabnya, kemudian diinvestigasi secara langsung.

6. Melihat hidup sebagai petualangan.
Pemimpin harus menikmati hidup. Kenyamanan ditentukan dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar diri kita.  Tidak berpuas diri, karena harus bisa melihat setiap celah perbaikan yang harus dilakukan. Ini contohnya, ketika kita berpindah dari zona nyaman. Kita harus memunculkan standar kenyamanan sendiri dalam diri kita masing-masing. Bukan mengacu pada saat kita berada di zona nyaman, yang mana kenyamanan tersebut merupakan standar orang lain. Seorang pemimpin akan selalu melihat “peluang” daripada “masalahnya”.

7. Sinergistik
Mampu bersinergi dengan keadaan dan apapun yang ada di sekitar kita. Punya prinsip komunikasi dan negosiasi dalam situasi apapun.

8. Memperbaharui diri
Seorang pemimpin harus bisa bangkit dari keterpurukan, kegagalan maupun pahitnya keadaan. Mampu memperbaiki apa yang kurang benar dan mampu meluruskan apa yang bengkok.

Materi Kepemimpinan ini juga memberikan penjelasan dan pemahaman kepada peserta tentang perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen. Adapun yang membedakan antara kepemimpinan dengan manajemen adalah sebagai berikut;

*Kepemimpinan    : Bekerja menggunakan ketajaman dan naluri, memastikan bahwa pencapaian dapat ditingkatkan, lebih percaya kekuatan tekad, tahu bergerak dan kapan harus berhenti, lebih percaya pada proses, komunikasi dua arah, dan leadership is art.

*Management    : Bekerja menggunakan jabatan, dan kemenangan yang dimilikinya, mengejar target yang dibebankan kepadanya, lebih mengandalkan sistem, follow direction atau tergantung perintah, mengejar hasil akhir, komunikasi cenderung searah, dan mangement is science and text book.

Bagaimana, sudah mulai paham ya tentang kepemimpinan? Yuk lanjut materi berikutnya.. (Serius amat ya bacanya, hehehe..)

Dalam menerapkan gaya kepemimpinan, kita harus melihat kondisi dan situasinya. Ada beberapa parameter untuk menentukan gaya kepemimpinan dalam usaha;

1. Kenali anak buah anda.
Ini akan membantu anda berkomunikasi dan bersikap dalam memahami karakter. Karena, di sini anda akan menemui perbedaan karakter antar anak buah anda. Memahami karakter anak buah anda yang berasal dari suku Jawa, pastinya berbeda ketika anda memahami karakter anak buah anda yang berasal dari Sulawesi.

2. Memahami tingkat kinerja anak buah.
Anda harus bisa menilai bagaimana kinerja anak buah anda, performance masing-masing anak buah anda. Ini akan membantu dalam memberikan apresiasi, award, kenaikan gaji, atau tanggungjawab yang membantu anda dalam memajukan dan mengembangkan bisnis anda.

3. Kenali peran anda selama ini.
Apakah sudah sesuai dengan keadaan bisnis anda, atau belum. Peran anda sangat penting karena anda ini sebagai pemimpin, adalah peran utama dalam bisnis anda.

4. Tentukan rule of the game.
Sebagai seorang pemimpin, andalah yang menentukan aturan main dalam perusahaan anda. Aturan ini sangat membantu anda untuk menciptakan keprofesionalismean masing-masing pegawai anda. Tidak melihat siapa pekerja anda atau partner dan investor anda, ketika sudah anda tentukan rule of the game, maka semua yang bekerja sama dengan anda wajib mematuhinya, ini bahkan berlaku kepada diri anda sendiri.

Ada empat (4) jenjang kepemimpinan:
1. Ego Pribadi (hubungan saya dengan saya pribadi)–> sudah bisakah kita menaklukkan ego pribadi kita / berdamai dengan diri sendiri.
2. Antar Pribadi (hubungan saya dengan orang lain)–> tidak panas atau iri dengan orang lain.
3. Manajerial (tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dari orang lain)–> jenjang ini melibatkan banyak orang
dalam bisnis karena mengelola suatu tanggungjawab dalam perusahaan.
4. Organisasional (kemampuan menjalankan sebuah sistem)–> jenjang tertinggi dalam kepemimpinan, karena ini akan tersistem, dan kita yang akan menjalankan sistem ini bersama seluruh pihak terkait.

Pertanyaannya, sudah sampai manakah jenjang kepemimpinan kita sekarang ini? (tanyakan pada diri kita masing-masing).

Sesi materi semakin memanas seiring dengan matahari yang semakin tegak lurus, istilahnya karena sudah siang, namun, peserta masih dengan setia fokus dengan pemateri, dan juga hidangan kudapan di depan mata masing – masing, hehehe.. (potluck enak, secara KMB Srikandi) 🙂

Materi selanjutnya, dipaparkan mengenai Eksekusi Leadership ada beberapa yang bisa dishare yaitu;
– Merencanakan & Membangun dedikasi : membuat standar kerja dan cara mengontrolnya, menetapkan sasaran yang spesifik, mengatur distribusi kerja, menjelaskan dan memberikan contoh kepada anak buah tentang job desk mereka, meyakinkan mereka bahwa setiap pekerjaan mereka memberi kontribusi, mendorong anak buah untuk meningkatkan standar kerja
– Mengarahkan dan membimbing karyawan atau tim
– Banyak jalan lain menuju Roma (ini yang terahir) –> mencari solusi dan alternatif lain jika mengalami jalan buntu.

Mengenai eksekusi leadership ini kurang komplit penjelasannya, bisa menghubungi pematerinya secara langsung, atau bisa dengan bu Afia, yang menyimpan file komplitnya, 🙂

Kemudian, ada beberapa hal yang perlu dihindari;
1. Bersikap reaktif, tidak percaya diri, dan menyalahkan orang lain.
2. Bekerja tanpa mengacu pada suatu tujuan yang jelas.
3. Melakukan hal-hal yang mendesak lebih dahulu.
4. Berpikir menang atau kalah.
5. Meminta dipahami terlebih dahulu.
6. Bila tidak bisa menang, maka berkompromi.
7. Takut perubahan & menolak perbaikan.

Begitulah yang bisa saya share dari kegiatan kemarin. Semoga bermanfaat!
Maju terus TDA Srikandi, TDA Bekasi.

Salam Gembira,

Nurul Isna Listyani (Ina)

Sabar itu Kesibukan

Menurut saya, sabar itu suatu sikap dalam mengendalikan emosi ketika seseorang sedang mengalami kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Contohnya, ketika sedang pergi ke suatu tempat, kita berharap di jalan tidak macet, tetapi kenyataannya malah bertemu dengan kemacetan, disitulah mau tidak mau harus bersabar. Begitu juga ketika kita ingin membeli sesuatu tetapi harga tidak sesuai dengan kantong kita, hmm… harus sabar menunggu sampai punya uang untuk bisamembeli. Ketika ingin sekali punya anak, tetapi ternyata, Allah masih belum memberikan amanah tersebut, maka yang dilakukan adalah dengan bersabar.

Memang, sabar itu rasanya tidak enak dan sulit. Maka dari itu kita perlu belajar sabar karena sulitnya mengendalikan emosi dalam diri kita. Kebanyakan orang ketika mengalami keadaan yang tidak menyenangkan, biasanya akan marah, kecewa, emosi tingkat tinggi, melampiaskan emosinya ke hal – hal yang cenderung negatif, berlaku kriminal, berlaku asusila dan bahkan sampai menyalahkan Tuhan. Orang yang tidak bisa mengisi “acara” di dalam keadaan tersebut, akan membuang waktu dengan sia – sia karena tidak mengubah cara pandangnya dalam menyikapi keadaan. Alangkah baiknya, mengisi waktu dengan merasa sibuk ketika menunggu harapan menjadi kenyataan. Caranya, adalah dengan memanfaatkan kekosongan dengan kesibukan yang positif.

Bersabar itu tidak lantas membuat kita hanya pasrah dan tidak berbuat apa – apa. Seperti yang saya jelaskan di atas, yaitu memanfaatkan kekosongan dengan kesibukan yang positif. Contohnya adalah sebagai berikut;

Seseorang yang sedang mengalami kemacetan, kesabarannya dalam menghadapi macet bisa dengan membaca buku, membaca qur’an, mendengarkan lagu atau murottal, sambil buka laptop, atau bersosialisasi di internet, menelpon teman, atau kolega bisnis, atau sekalian teleconference karena meeting tidak bisa ditempat, atau mungkin membuat draft tulisan untuk mengisi konten blog / web. Masuk akal bukan?

Kemudian, seorang pelajar yang sedang sibuk mempersiapkan kelulusan, kesabaran diwujudkan dengan belajar yang rajin untuk menghadapi ujian, bersikap yang baik, berdoa, ikut program les tambahan untuk memperdalam materi pelajaran sekolahnya, dan berusaha untuk tetap tenang ketika hasil tidak memuaskan. Itu juga bisa dikatakan bersabar.

Seseorang yang terkena musibah, kesabaran bisa diartikan sebagai perjuangan hati untuk menerima segala keadaan pahit yang dirasakan dengan mencoba berlapang dada dan berprasangka baik kepada Tuhan, bahwa ada hikmah dibalik semua musibah yang terjadi. Tidak mudah memang mengatakannya, apalagi bila terjadi pada diri kita sendiri. Namun, kita harus tetap mencoba untuk mengolah semua rasa yang ada untuk dijadikan kekuatan bangkit kembali.

Ketika ingin mendapatkan jodoh, misalnya. Yang dilakukan dalam bersabar ini tidak lantas hanya berpangku tangan menunggu keajaiban dari Tuhan, dengan berharap tiba – tiba ada jodohnya mengetuk pintu rumah, tapi dengan berusaha, mencoba dekat dengan Yang Maha Kuasa, dengan shalat dhuha, tahajjud, riyadhah, sedekah, dan menambah kualitas diri dengan belajar mempersiapkan diri menjadi seorang suami/istri, memahami hak dan kewajiban dalam pernikahan, dsb. Banyak kan, yang bisa dilakukan dalam menanti datangnya jodoh?!

Begitu juga yang belum dikaruniai momongan. Yang dilakukan dalam bersabar ini bisa mencoba untuk berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon keajaiban dan restuNya, dengan bersedekah, rajin shalat wajib dan sunnah, berdoa agar segera dikaruniai momongan, kemudian dilanjutkan dengan ikhtiar ke dokter, terapis, shinsei, bergaya hidup sehat, mencoba dengan belajar tentang bagaimana mendidik anak kelak, mempersiapkan dana pendidikan kelak bagaimana, dsb. Pasti, itu akan membuat pikiran dan hati menjadi lapang karena penuh dengan hal positif.

Banyak orang yang ketika sampai dititik puncak emosional, sering berkata “Sabar itu ada batasnya”, apa benar begitu? Menurut saya, memang iya, sabar itu ada batasnya. Batasan sabar adalah, ketika seseorang menerima dengan ikhlas, segala sesuatu yang terjadi dalam dirinya dengan prasangka yang baik dan bisa mengambil hikmahnya, dan kemudian bangkit kembali untuk mencari harapan yang baru. Namun, dalam kenyataannya, banyak orang berbicara seperti itu ketika rasa kekecewaan yang sangat sudah menguasai pikiran dan hatinya. Kekecewaan yang besar ini bisa membawa dampak yang negatif. Mereka biasanya menjadi mudah menyerah, bersikap negatif, terjadi pertengkaran, atau bahkan sampai membawa pada tingkat depresi. Jangan sampai itu terjadi ya..

Jadi, mari kita mencoba belajar menyikapi keadaan ini dengan bersabar. Bersabarlah dalam segala keadaan, bersabarlah kapanpun dan dimanapun anda berada. Dengan begitu, kita akan menjalani kehidupan ini dengan hati yang lapang, penuh hal positif sehingga kehidupan yang dijalankan ini akan damai dan bahagia.

Patience Makes You Happy 🙂

#LetsBlogging
#10HariNgeblog

Kekuatan itu bernama “Team Work”

Malam ini kita membahas mengenai dahsyatnya Team Work atau kerjasama kelompok.  Seperti yang kita ketahui bahwa, dimana saja kita berada, kita selalu berada dalam sebuah kelompok dan disitu kita dituntut untuk saling bekerjasama.  Di rumah, team work kita bernama keluarga. Kemudian di komplek perumahan, di kantor, di arisan, di komunitas tertentu, semuanya membutuhkan Team Work.

Team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.

Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.

Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.

Berikut poin-poin teamwork yang baik:

  1. Teamwork adalah kerjasama dalam tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan
  2. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
  3. Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
  4. Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus
  5. Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
  6. Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
  7. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
  8. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
  9. Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team.  Bayangkan jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?
  10. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akanmempercepat proses pencapaian target.
  11. Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan kerjasama.
  12. Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang lama.
  13. Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.

Dalam komunitas blog kita ini atau mungkin TDA Srikandi, atau team mana saja, kita bisa memulainya dari sekarang, dari diri kita sendiri, dengan itu kita bisa mencoba mewujudkan mimpi kita bersama.

Salam sukses dan bahagia yaa.. Happy Blogging..

 

#LetsBlogging

#10HariNgeblog